Sudah lama aku tak menyapa mentari
Untuk bertanya apa kabar ia disana
Sudah lama aku tak menyentuh pelangi
Untuk memastikan apakah kau tetap menungguku
Aku masih disini
Di antara puing dan beling
Di antara hujan dan petir
Di antara serpihan yang pernah kau tinggalkan
Sudah lama tak bertemu mentari dan pelangi
Bukan berarti tak indah hari yang kulalui
Bukan berarti tak berwarna hati yang kumiliki
Kau tau itu kan ?
Aku masih disini
Di antara pagi dan embun
Di antara senja dan jingga
Di antara malam dan deru dinding
Aku disini
Menanti datangnya mentari
Menanti tibanya pelangi
Seperti yang pernah terjadi
Aku disini
Bahagia
Walau belum tiba saatnya datang
Walau belum sampai pada masaku lagi
Aku bahagia
Walau ia belum datang, bersama mentari dan pelanginya..
Showing posts with label Poem♥. Show all posts
Showing posts with label Poem♥. Show all posts
Sunday, March 23, 2014
Saturday, March 15, 2014
REPOST : My Love
MY LOVE
Ya Rabbi
Jika cinta sedang menggoda hatiku
Bawalah cintaku pada seseorang yang bisa melabuhkan cintaku kepada-Mu
Agar aku tak berpaling dari cinta-Mu
Ya Rabbi
Jika aku sedang mencintai seseorang
Arahkanlah cintaku
Agar tak melebihi cintaku kepada-Mu
Ya Rabbi
Jika aku sedang merindukan seseorang
Jagalah rinduku
Agar tak melebihi rinduku kepada-Mu
Ya Rabbi
Jika lidahku sedang berucap "I Love You"
Biarkanlah terucap pada seseorang yang selalu mencintai-Mu
Agar lebih kuat cintaku kepada-Mu
Sebagaimana orang bijak berucap
Mencintai seseorang bukanlah APA-APA
Dicintai seseorang adalah SESUATU
Dicintai oleh orang yang Kau cintai SANGATLAH BERARTI
Tapi dicintai oleh Sang Pencipta adalah SEGALANYA
Dari Mizan,
Syifa D. Gumaisha
Ya Rabbi
Jika cinta sedang menggoda hatiku
Bawalah cintaku pada seseorang yang bisa melabuhkan cintaku kepada-Mu
Agar aku tak berpaling dari cinta-Mu
Ya Rabbi
Jika aku sedang mencintai seseorang
Arahkanlah cintaku
Agar tak melebihi cintaku kepada-Mu
Ya Rabbi
Jika aku sedang merindukan seseorang
Jagalah rinduku
Agar tak melebihi rinduku kepada-Mu
Ya Rabbi
Jika lidahku sedang berucap "I Love You"
Biarkanlah terucap pada seseorang yang selalu mencintai-Mu
Agar lebih kuat cintaku kepada-Mu
Sebagaimana orang bijak berucap
Mencintai seseorang bukanlah APA-APA
Dicintai seseorang adalah SESUATU
Dicintai oleh orang yang Kau cintai SANGATLAH BERARTI
Tapi dicintai oleh Sang Pencipta adalah SEGALANYA
Dari Mizan,
Syifa D. Gumaisha
Senja dan Jingga
Saat
senja menyelimutiku
Kau
tak akan tahu betapa bayangmu tak luput dari kepalaku
Saat
jingga membalutku
Kau
tak akan tahu betapa namamu selalu hadir di memoriku
Janganlah
kau ganggu senja yang teduh ini
Karena
kau tak akan mengulangnya kembali
Jangan
pula kau renggut jingga darinya
Karena
kau tak akan tahu apa yang akan terjadi lagi
Seperti
jingga yang tak pernah tahu mengapa ia harus hadir saat senja
Mungkin,
seperti itulah aku
Yang
tak pernah tahu mengapa aku harus hadir padamu
Biarkan
jingga selalu berada pada senja
Biarkan
pula aku selalu ada untukmu
Karena
seabadi jingga di kala senja
Mungkin,
seabadi itu pula rasa ini di hatiku
Kutipan puisi dari cerpen "Dari Balik Topeng Kelana"
Dibuat dalam rangka mengikuti salah satu lomba cerpen di media sosial
Sayang, belum rejeki menang :D
Mau baca ? Silahkan disini. Enjoy read, guys :)
Monday, March 26, 2012
Fatamorganaku
Kau bagai fatamorgana bagiku
Indah untuk dilihat namun sukar untuk kugenggam
Menyayangimu,
sama seperti pungguk merindukan bulan
Menyukaimu,
bagaikan meminta hujan di teriknya siang
Memandangmu,
seolah menemukan danau di padang pasir
Memikirkanmu,
adalah permintaan egoku
Indah untuk dilihat namun sukar untuk kugenggam
Menyayangimu,
sama seperti pungguk merindukan bulan
Menyukaimu,
bagaikan meminta hujan di teriknya siang
Memandangmu,
seolah menemukan danau di padang pasir
Memikirkanmu,
adalah permintaan egoku
Cara Kerja Cinta Buta
Perasaan itu datang dari retina mataku
Dan membutakanku akan hitammu
Lalu turun merayapi kerongkongan
Dan menyumbat semua saluran duniaku
Terus merangsang kedua gendang telingaku
Dan menulikanku akan semua belangmu
Turun jauh ke dasar lubuk hati
Dan menebar rasa indah tak terbendung
Kembali menyerang otakku yang rumit
Dan merusak sistem kerjanya yang konkrit
Dengan aman, rasa itu mampu mengharubirukan hati ini
Dan membutakanku akan hitammu
Lalu turun merayapi kerongkongan
Dan menyumbat semua saluran duniaku
Terus merangsang kedua gendang telingaku
Dan menulikanku akan semua belangmu
Turun jauh ke dasar lubuk hati
Dan menebar rasa indah tak terbendung
Kembali menyerang otakku yang rumit
Dan merusak sistem kerjanya yang konkrit
Dengan aman, rasa itu mampu mengharubirukan hati ini
Pertemuan yang Tidak Diinginkan
Pertemuan yang tidak diinginkan itu seperti luka disiram cuka
Jika kau tak lagi perduli
Untuk apa hadir kembali ?
Jika kau tak lagi mencinta
Untuk apa berpura-pura memuja ?
Pertemuan yang tidak diinginkan itu seperti harmoni usang penusuk telinga
Masih perlukah aku merindu ?
Masih pentingkah aku menunggu ?
Tidak,
Tidak untuk pujangga ingkar layaknya dirimu
Jika kau tak lagi perduli
Untuk apa hadir kembali ?
Jika kau tak lagi mencinta
Untuk apa berpura-pura memuja ?
Pertemuan yang tidak diinginkan itu seperti harmoni usang penusuk telinga
Masih perlukah aku merindu ?
Masih pentingkah aku menunggu ?
Tidak,
Tidak untuk pujangga ingkar layaknya dirimu
Subscribe to:
Posts (Atom)