Showing posts with label Umum. Show all posts
Showing posts with label Umum. Show all posts

Friday, April 25, 2014

Blog Baru!

Dalam rangka meneruskan hobi menulis yang sempat tertutupi oleh ini dan itu, let me introduce my new blog, click here kindly :D
Isinya hanya akan memuat tulisan-tulisan yang agak 'waras' sebisa yang gue tulis. Sisanya (baca: curhatan, curcolan, galauan, dan tulisan-tulisan ngaco lainnya) akan gue post di blog ini. Isinya belum banyak sih sekarang. Tapi semoga ke depannya bisa produktif. AAMIINN.
Enjoy ! <3 p="">

Tuesday, March 18, 2014

Bertahan? Think smart!

Menemukan pilihan, itu kuasa takdir. Menentukan pilihan, serahkan pada hatimu. Mempertahankan pilihan, jangan bodoh, seluruh organ tubuhmu harus bekerja!

Jangan buta, bertahan pada yang salah. Jangan pura-pura tidak tau, bertahan pada yang tidak pantas dipertahankan. Jangan gila, bertahan pada yang tidak mempertahankanmu.

Tak ada yang salah pada 'bertahan'. Mempertahankan pilihan demi konsistensi itu penting dalam hidup. Tapi, bertahan tidak sesuai logika bukanlah hal bijak.

Lalu, pada hal apa sesuatu tak berlogika itu bisa terjadi ?
Cinta.
Iya. Satu-satunya. Hanya cinta. Yang mampu terjadi tanpa negosiasi dengan logikamu.

Saturday, March 15, 2014

Adil ?

Coba ceritakan padaku, seperti apa keadilan dalam cinta ?
Coba katakan padaku, adakah adil dalam cinta ?
Jelaskan, manakah sisi adil dalam cinta, jika tak semua cinta dapat terbalas ?
Katakan padaku, karena aku tak dapat menemukan jawabannya.

Tuesday, March 11, 2014

Empty.

When there's no one beside you.
When there's no one in your thought.
When there's no one that you waiting for.
When there's no one that you missing all day long..


Hehe. Jangan sedih gitu ah bacanya, gue aja biasa aja. Tapi, tulisan di atas itu bener. Gue lagi gak mikirin siapa-siapa. Lagi gak ada siapa-siapa di sisi gue. Lagi gak ada siapa-siapa yang gue tunggu ataupun kangenin. Gak ada siapa-siapa yang ngisi hari-hari gue akhir-akhir ini. Kosong aja. Gak enak. Bener deh. Ternyata menyimpan satu nama di hati lu itu penting!

Wednesday, March 5, 2014

I'm 21!

Hari ini. 5 Maret 2014.
21 tahun yang lalu, jam segini, mamah lagi nimang-nimang anak pertamanya kali ya. Anak pertamanya yang harus dia perjuangkan selama 7 jam di ruang persalinan. Anak pertamanya yang mungkin dari awal lahir udah nyusahin mamah banget, tapi antara hidup dan mati mamah pertahanin. Anak pertamanya yang sekarang udah besar ini belum bisa jadi apa-apa di umurnya yang ke 21..
Well, thank you, mom, you are my hero. You are more than my hero. You are my everything..

Alhamdulillah sampai juga di 21. Alhamdulillah sampai juga jadi dewasa. Beberapa mimpi masih menunggu buat direalisasikan, semoga tahun ini tercapai. Beberapa hal masih mengantri untuk diwujudkan, semoga tahun ini tergapai. Ingetin gue ya, kalo gue masih kaya anak kecil, ingetin gue sekarang udah 21. Ingetin gue ya, kalo gue masih gak tau diri, suruh cek aja KTP. Haha.


Friday, September 13, 2013

Little Things

Memasuki bulan September. Semakin dekat dengan deadline sidang Kerja Praktek. Laporan. Absensi. Oke oke, i'll fix that all, soon..
Beberapa rencana diluar kampus juga sedang dipikirkan. Doakan saja :)

Well..
Tau One Direction kan ? Gue suka sekumpulan pemuda yang ganteng-ganteng dan merdu-merdu-merdu suaranya itu. Zayn. Liam. Niall. Gue suka lagu-lagu mereka. Have fun aja dengerinnya. Tapi, ada satu lagu yang berkesan banget buat gue. Gak tau kenapa. Isinya, ceritanya, harapan di dalemnya, semuanya ngena di hati. Lagu ini juga yang gak pernah absen gue dengerin sampe tertidur. Ini. Little Things...

Sunday, May 12, 2013

Malaikat Juga Tahu


Lelahmu jadi lelahku juga
Bahagiamu bahagiaku pasti
Berbagi takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati

Kali ini hampir habis dayaku
Membuktikan padamu ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari
Tak tega biarkan kau sendiri
Meski seringkali kau malah asyik sendiri

Wednesday, March 21, 2012

Tugas E-learning Pancasila II

Tugas E-learning Pancasila

Tugas 2 :
 Jelaskan bagaimana menerapkan nilai-nilai Pancasila pada kasus-kasus kehidupan ? Yang dimaksud kasus-kasus kehidupan adalah kejadian atau peristiwa nyata yang pelakunya manusia, jadi kasus kehidupan yang menyimpang diluruskan dengan menerapkan nilai-nilai pancasila !

Jawaban :

Pancasila adalah jiwa dari bangsa Indonesia. Pancasila memiliki posisi dan kedudukan yang penting bagi bangsa Indonesia. Pancasila merupakan suatu pondasi dalam negeri ini, khususnya sebagai pedoman masyarakat untuk hidup berbangsa dan bernegara dengan baik. Posisi dan fungsi pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dapat disimpulkan dalam poin-poin sebagai berikut :

1.     Pancasila sebagai dasar negara
2.     Pancasila sebagai dasar filsafat negara
3.     Pancasila sebagai nilai luhur bangsa
4.     Pancasila sebagai kepribadian bangsa
5.     Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum
6.     Pancasila sebagai ideologi negara

Pentingnya peranan pancasila dalam kehidupan manusia menimbulkan hubungan yang erat antara manusia dengan pancasila, khususnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pandangan mengenai hubungan antara manusia dan masyarakat merupakan falsafah kehidupan masyarakat yang memberi corak dan warna bagi kehidupan masyarakat. Pancasila memandang bahwa kebahagiaan manusia akan tercapai jika ditumbuh-kembangkan hubungan yang serasi antara manusia dengan masyarakat serta hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Kuasa. Hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Kuasa diartikan sebagai penjelmaan dari nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa (sila ke 1), dan hubungan tersebut disebut dengan hubungan vertikal. Sedangkan, hubungan horisontal dapat diartikan sebagai hubungan manusia dengan sesamanya baik dalam fungsinya sebagai warga masyarakat, warga bangsa maupun warga negara. Dan terdapat pula, hubungan ilmiah yang merupakan hubungan manusia dengan alam sekitar yang meliputi hewan, tumbuh-tumbuhan dan alam dengan segala kekayaannya. Ketiga hubungan manusia dengan pancasila tersebut melahirkan keseimbangan antara hak dan kewajiban.

Tidak hanya keseimbangan antara hak dan kewajiban. Pancasila juga melahirkan nilai-nilai kehidupan yang patut kita jaga dan pertahankan demi keharmonisan hidup bermasyarakat. Nilai-nilai ini tidak semata untuk kita pelajari dan pahami, namu tentu saja harus kita amalkan dan lestarikan pada kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai pancasila tidak hanya mencakup nilai kehidupan berbangsa, bernegara, ataupun berpolitik yang baik, namun juga mengandung banyak nilai kehidupan bermasyarakat yang lumrah kita jumpai sehari-hari. Pengamalan semua sila pancasila secara serasi dan sebagai kesatuan yang utuh, yaitu :
1.   Pengamalan sila Ketuhanan Yang Maha Esa antara lain mencakup tanggung jawab bersama dari semua golongan beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan YME dan meletakkan landasan spiritual, moral dan etika yang kukuh bagi moral bangsa.
2.    Pengamalan sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, yaitu mencakup peningkatan martabat serta hak dan kewajiban asasi manusia, penghapusan penjajahan, kesengsaraan dan ketidak adilan dari muka bumi.
3.  Pengamalan sila Persatuan Indonesia, mencakup pembinaan bangsa di kehidupan manusia, masyarakat, bangsa dan negara.  Sehingga rasa kesetiakawanan semakin kuat dalam rangka memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa.
4.    Pengamalan sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan, yaitu mencakup upaya makin menumbuhkan dan mengembangkan sistem politik demokrasi yang makin mampu memelihara stabilitas nasional yang dinamis.
5.   Pengamalan sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, yaitu mencakut upaya mengembangkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi yang dikaitkan dengan pemerataan pembangunan menuju terciptanya kemakmuran yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Nilai-nilai pancasila diatas merupakan sebuah kekuatan yang dapat bangsa Indonesia gunakan dalam menyelesaikan segala kasus-kasus kehidupan yang mungkin terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai diatas sudah seharusnya dipegang teguh oleh seluruh bangsa Indonesia dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Tak akan ada artinya nilai-nilai diatas tanpa sebuah pengamalan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat sebuah pola pelaksanaan pengamalan pancasila yang diterapkan agar pancasila sungguh-sungguh dihayati dan diamalkan oleh segenap warga negara, baik dalam kehidupan orang perorangan maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Ada banyak jalur yang dapat kita gunakan untuk dapat mewujudkan harapa tersebut, diantara adalah sebagai berikut :

1) Jalur pendidikan
Pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam pengamalan Pancasila, baik pendidikan formal (sekolah-sekolah) mapun pendidikan nonformal (di keluarga dan lingkungan masyarakat), keduanya sangat erat kaitanya dengan kehidupan manusia. Dalam pendidikan formal semua tindak-perbuatannya haruslah mencerminkan nilai-nilai luhur Pancasila. Dalam pendidikan keluarga pengamalan Pancasila harus ditanamkan dan dikembangkan sejak anak-anak masih kecil, sehingga proses pendarah-dagingan nilai-nilai Pancasila dengan baik dan menuntut suasana keluarga yang mendukung. Lingkungan masyarakat juga turut menentukansehingga harus dibina dengan sungguh-sungguh supaya menjadi tempat yang subur bagi pelaksanaan pengamalan Pancasila. Melalui pendidikan inilah anak-anak didik menyerap nilai-nilai moral Pancasila. Penyerapan nilai-nilai moral Pacasila diarahkan berjalan melalui pemahaman dari pemikiran dan dan pengamalan secara pribadi. Sasaran pelaksanaan pedomaan pengamalan Pancasila adalah perorangan, keluarga, masyarakat, baik dilingkungan tempat tinggal masing-masing, maupun di lingkungan tempat bekerja.

2) Jalur media massa
Peranan media massa sangat menjanjikan karena pengaruh media massa dari dahulu sampai sekarang sangat kuat, baik dalam pembentukan karakter yang positif maupun karakter yang negatif, sasaran media massa sangat luas mulai dari anak-anak hingga orang tua. Sosialisasi melalui media massa begitu cepat dan menarik sehingga semua kalangan bisa menikmati baik melalui pers, radio, televisi dan internet. Hal itu membuka peluang besar golongan tertentu menerima sosialisasi yang seharusnya belum saatnya mereka terima dan juga masuknya sosialisasi yang tidak bersifat membangun. Media massa adalah jalur pendidikan dalam arti luas dan peranannya begitu penting sehingga perlu mendapat penonjolan tersendiri sebagai pola pedoman pengamalan Pancasila. Sehingga dalam menggunakan media massa tersebut harus dijaga agar tidak merusak mental bangsa dan harus seoptimal mungkin penggunaannya untuk sosialisasi pembentukan kepribadian bangsa yang pancasilais. Jadi, untuk sosialisasi-sosialisasi yang mengancam penanaman pengamalan Pancasila harus disensor.

3) Jalur organisasi sosial politik
Pengamalan Pacansila harus diterapkan dalam setiap elemen bangsa dan negara Indonesia. Organisasi sosial politik adalah wadah pemimpin-pemimpin bangsa dalam bidangnya masing-masing sesuai dengan keahliannya, peran dan tanggung jawabnya. Sehingga segala unsur-unsur dalam organisasi sosial politik seperti para pegawai Republik Indonesia harus mengikuti pedoman pengmalan Pancasial agar berkepribadian Pancasila karena mereka selain warga negara Indonesia, abdi masyarakat juga sebagai abdi masyarakat, dengan begitu maka segala kendala akan mudah dihadapi dan tujuan serta cita-cita hidup bangsa Indonesia akan terwujud.

Selain melalui jalur-jalur diatas, terdapat pula penerapan nilai-nilai pancasila yang dapat menunjang pancasila dalam menyelesaikan kasus-kasus kehidupan bangsa ini. Yaitu dengan menciptakan suasana yang menunjang. Berikut adalah ulasan penciptaan suasana yang menunjang penerapan pancasila dalam kasus-kasus kehidupan :

1) Kebijaksanaan pemerintah dan peraturan perundang-undangan
Penjabaran kebijaksanaan pemerintah dan perundang-undangan merupakan salah satu jalur yang dapat memperlancar pelaksanaan pedoman pengamalan pancasila dimana aspek sanksi atau penegakan hukm mendpat penekanan khusus.

2) Aparatur negara
Rakyat hendaklah berpartisipasi aktif di dalam menciptakan suasana dan keadaan yang mendorong pelaksanaan pedoman pengamalan Pancasila. Dan aparatur pemerintah sebagai pelaksana dan pengabdi kepentingan rakyat harus memahami dan mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada di dalam masyarakat. Sarana dan prasarana dalam pelaksanaan pengamalan Pacasila perlu disediakan dan memfungsikan lembaga-lembaga kenegaraan, khususnya lembaga penegak hukum dalam menjamin hak-hak warga negaranya dan melindungi dari perbutan-perbuatan tercela.

3) Kepemimpinan dan pemimpin masyarakat
Peranan kepemimpinan dan pemimpin masyarakat, baik pemimpin formal maupun informal sangat penting dalam pelaksanaan pedoman pengamalan. Mereka dapat menyampaikan bagaimana pola Dengan pelaksanaan pedoman pengamalan Pancasila dan menyuruh bawahan atau umatnya untuk mengikuti pola pedoman pelaksanaan Pancasila. begitu Pengamalan pancasila akan tetep lestari.

Selain itu pengamalan pancasila juga meliputi banyak aspek kehidupan. Seperti, bidang ekonomi, budaya, pendidikan, dan iptek. Berikut adalah ulasan mengenai realisasi pengamalan pancasila dalam bidang-bidang tersebut :

1. Bidang ekonomi
Ekonomi yang berdasarkan Pancasila tidak dapat dilepaskan dari sifat dasar individu dan sosial. Manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain untuk memenuhi semua kebutuhanya tetapi manusia juga mempunyai kebutuhan dimana orang lain tidak diharapkan ada atau turut campur. Ekonomi menurut pancasila adalah berdasarkan asas kebersamaan, kekeluargaan artinya walaupun terjadi persaingan namun tetap dalam kerangka tujuan bersama sehingga tidak terjadi persaingan bebas yang mematikan (Kaelan, 1996: 193). Dengan demikian pelaku ekonomi di Indonesia dalam menjalankan usahanya tidak melakukan persaingan bebas, meskipun sebagian dari mereka akan mendapat keuntungan yang lebih besar dan menjanjikan. Hal ini dilakukan karena pengamalan dalam bidang ekonomi harus berdasarkan kekeluargaan. Jadi interaksi antar pelaku ekonomi sama-sama menguntungkan dan tidak saling menjatuhkan sehingga usaha-usaha kecil dapat berkembang dan mendukung perekonomian Indonesia menjadi kuat.

2. Bidang budaya
Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, moral, hukum, adat-istiadat dan lain kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat (Soerjono Soekanto, 2005: 172). Begitu luas cakupan kebudayaan tetapi dalam pengamalan Pancasila kebudayaan bangsa Indonesia adalah budaya ketimuran, yang sangat menjunjung tinggi sopan santun, ramah tamah, kesusilaan dan lain-lain. Budaya Indonesia memang mengalami perkembangan misalnya dalam hal Iptek dan pola hidup, perubahan dan perkembangan ini didapat dari kebudayaan asing yang berhasil masuk dan diterima oleh bangsa Indonesia. Semua kebudayaan asing yang diterima adalah kebudayaan yang masih sejalan dengan Pancasila. Walaupun begitu tidak jarang kebudayaan yang jelas-jelas bertentangan dengan budaya Indonesia dapat berkembang di Indonesia. Ini menunjukan bahwa filter Pancasila tidak berperan optimal, itu terjadi karena pengamalan Pancasila tidak sepenuhnya dilakukan oleh bangsa Indonesia. Oleh karena itu harus ada tindakan lanjut agar budaya bangsa Indonesia sesuai dengan Pancasila. Pembudayaan Pancasila tidak hanya pada kulit luar budaya misalnya hanya pada tingkat propaganda, pengenalan serta pemasyarakatan akan tetapi sampai pada tingkat kemampuan mental kejiwaan manusia yaitu sampai pada tingkat akal, rasa dan kehendak manusia (Kaelan, 1996: 193).

3. Bidang pendidikan
Pendidikan adalah salah satu piranti untuk membentuk kepribadian. Maka dari itu pendidikan yang dilaksanakan harus sesuai diperhatikan. Pendidikan nasional harus dipersatukan atas dasar Pancasila. Menurut Notonegoro (1973), perlu disusun sistem ilmiah berdasarkan Pancasila tentang ajaran, teori, filsafat, praktek, pendidikan nasiona, yang menjadi dasar tunggal bagi penyelesaian masalah-masalah pendidikan nasional. Dengan begitu diharapkan tujuan pendidikan nasional dapat terwujud dengan mudah. Tujuan pendidikan nasional adalah menciptakan manusia yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab.

4. Ilmu pengetahuan dan teknologi
Iptek harus memenuhi etika ilmiah, yang paling berbahaya adalah yang menyangkut hidup mati, orang banyak, masa depan, hak-hak manusia dan lingkungan hidup. Di samping itu Ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia harus sesuai dengan nilai-nilai Pancasila karena Iptek pada dasarnya adalah untuk kesejahteraan umat manusia. Nilai-nilai Pancasila bilamana dirinci dalam etika yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, adalah sebagai berikut (T. Jacob, 1996: 195) :
a. Hormat terhadap hayat, karena semua makhlu hidup yang ad di alam semesta ini adalah makhluk Tuhan Yang Maha Esa (sila satu).
b. Persetujuan suka rela untuk eksperimen dengan penerangan yang cukup dan benar tentang guna akibatnya, karena ilmu pengetahuan dan teknologi adalah demi kemanusiaan (sila II, IV).
c. Tanggung jawab sosial ilmu pengetahuan dan teknologi harus lebih penting dari pada mengejar pemecahan persoalan ilmiah namun mengorbankan kemanusiaan (sila II, V).
d. Sumber ilmiah sebagai sumber nasional bagi warga negara seluruhnya (sila III). Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan tenologi harus mendahulukan kepentingan bangsa dan negara.
e.  Alokasi pemerataan sumber dan hasilnya (sila III, V).
f. Pentingnya individualitas dan kemanusiaan dalam catur darma ilmu pengetahuan, yaitu penelitian, pengajaran, penerapan, dsan pengamalannya (sila II, III, V).
g. Pelestarian lingkungan dengan memperhitungkan generasi mendatang (sila I, II, V).
h. Hak untuk berbeda dan kewajiban untuk bersatu (semua sila).
j. Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak mengakibatkan terpisahnya jasmani dan rokhani bagi hayat (semua sila).

(Dari banyak sumber)

Monday, March 19, 2012

Tugas E-learning Pancasila

Tugas E-learning Pancasila

Tugas 1 :
Pancasila digali dari kebudayaan bangsa sendiri, apakah yang dimaksud dengan pengertian digali dan siapa penggalinya ? Jelaskan secara meluas dan mendalam !

Jawaban :
Pancasila digali dari kebudayaan bangsa sendiri. Kalimat tersebut mempunyai arti bahwa sebagai dasar negara, Pancasila merupakan suatu kristalisasi dari nilai-nilai kehidupan yang sudah ada, tumbuh, dan berkembang di masyarakat negeri ini sejak berabad-abad lamanya. Walaupun secara formal, Pancasila baru menjadi dasar negara Republik Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945, sehari setelah hari kemerdekaan Indonesia, namun jauh sebelum tanggal tersebut bangsa Indonesia telah memiliki nilai unsur-unsur Pancasila dan bahkan telah melaksanakan di dalam kehidupan mereka dahulu.

Pancasila diyakini juga sebagai pandangan hidup bangsa, yang merupakan perwujudan dari nilai-nilai budaya milik bangsa Indonesia sendiri yang diyakini kebaikan dan kebenarannya. Oleh karena itu, Pancasila adalah ciri khas milik bangsa Indonesia sejak keberadaannya sebagai sebuah bangsa. Pancasila merangkum nilai-nilai yang sama yang terkandung dalam adat-istiadat, kebudayaan, dan agama-agama yang ada di Indonesia. Dengan demikian, Pancasila mencerminkan jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia.

Pancasila terdiri dari lima nilai pokok sebagai pondasi negara Indonesia yang selalu berkaitan dari satu sila ke sila lainnya. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan suatu cerminan dari kehidupan masyarakat Indonesia sejak jaman nenek moyang kita, dan secara tetap telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan bangsa Indonesia. Nilai-nilai tersebut secara garis besar dapat dibagi sebagai berikut :
1.        Nilai ketuhanan (Religiusitas)
2.        Nilai kemanusiaan (Moralitas)
3.        Nilai persatuan (kebangsaan) Indonesia
4.        Nilai permusyawaratan dan perwakilan
5.        Nilai keadilan sosial
Nilai-nilai diatas adalah nilai-nilai yang patut kita jaga demi masa depan negeri ini.

Selain itu, dikenal pula teori asal mula pancasila sebagai dasar filsafat negara, yang dapat dibedakan sebagai berikut :
1.        Causa materialis (asal mula bahan) ialah berasal dari bangsa Indonesia sendiri, terdapat dalam adat kebiasaan, kebudayaan dan dalam agama-agamanya.
2.        Causa formalis (asal mula bentuk atau bangun) dimaksudkan bagaimana Pancasila itu dibentuk rumusannya sebagaimana terdapat pada Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Dalam hal ini BPUPKI memiliki peran yang sangat menentukan.
3.        Causa efisien (asal mula karya) ialah asal mula yang meningkatkan Pancasila dari calon dasar negara menjadi Pancasila yang sah sebagai dasar negara. Asal mula karya dalam hal ini adalah PPKI sebagai pembentuk negara yang kemudian mengesahkan dan menjadikan Pancasila sebagai dasar filsafat negara setelah melalui pembahasan dalam sidang-sidangnya.
4.        Causa finalis (asal mula tujuan) adalah tujuan dari perumusan dan pembahasan Pancasila yakni hendak dijadikan sebagai dasar negara. Untuk sampai kepada kausan finalis tersebut diperlukan kausa atau asal mula sambungan.

Kedudukan Pancasila itu sendiri tidak semata-mata sebagai dasar negara Indonesia tapi juga sebagai pandangan hidup bangsa, sebagai jiwa bangsa, sebagai kepribadian bangsa, dan sebagai sumber dari segala sumber hukum di Indonesia. Begitu penting dan kuatnya kedudukan Pancasila di negeri ini menunjukan bahwa Pancasila memiliki peranan yang sangat penting dalam mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga cita-cita pendiri bangsa Indonesia dapat terwujud.

Pendiri bangsa Indonesia itu sendiri dapat dikatakan sebagai penggali nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Pancasila ditetapkan sebagai dasar negara Republik Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945, yaitu yang tercantum pada pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang ditetapkan oleh PPKI. Rumusan Pancasila inilah yang secara konstitusional sah dan benar sebagai dasar negara Republik Indonesia, sesuai dengan Ketetapan MPRS No. XX/MPRS/1966 dan Ketetapan MPR No. III/MPR/2000.

Rumusan ini diperoleh dari perundingan beberapa tokoh-tokoh kemerdekaan Indonesia seperti, Ir. Soekarno, Moh. Hatta, M. Yamin, Soepomo, dan tokoh lainnya. Berkat pemikiran keras para tokoh tersebut, maka diperoleh nilai-nilai pokok kehidupan yang telah ada, telah tumbuh, dan berkembang di masyarakat Indonesia. Selain itu, mereka pun mengutarakan cita-cita bangsa Indonesia, sehingga dalam perjalanannya bangsa ini tak perlu khawatir akan kehilangan arah atau tujuan, selama bangsa ini mampu berpegang teguh pada Pancasila. Pokok-pokok pikiran tersebut dituangkan dalam baris-baris kalimat, yang kemudian dikaitkan, disatukan dan dikukuhkan menjadi lima sila pokok dasar negara Indonesia. Lima sila inilah yang seterusnya dijadikan alat pemersatu bangsa, pedoman hidup bangsa, pandangan hidup bangsa, maupun ciri khas bangsa Indonesia yang tidak dimiliki bangsa lainnya. Dan selanjutnya, adalah tugas para penerus bangsa untuk selalu memperkokoh Pancasila dan senantiasa mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.

Wednesday, September 28, 2011

give me H for HOMESICK

Homesick. Home = rumah, sick = sakit. Hmm. Bukan, bukan itu. Arti homesick bukanlah rumah sakit. Arti homesick lebih ke, suatu rasa ‘sakit’ yang muncul karena keadaan berjauhan dari rumah (keluarga).

Pernah homesick ? Gue pernah. Sering. Baru-baru ini. Tau gak gimana rasanya ? Sakit lah. Pake banget ya. Terutama buat orang-orang yang amat sangat dekat dengan keluarganya. Kaya gue.

Gue terlahir di keluarga kecil, cuma 4 orang, gue, mamah, bapak, dan Dikta (adik gue). Di rumah, kita amat sangat dekat. Bukan di rumah aja sih, dimanapun. Mulai dari sarapan, makan siang sampe makan malem, kita lakuin bareng-bareng di meja makan. Dalam seminggu kita usahain buat hang out bareng, entah untuk membeli sesuatu, atau sekedar makan di luar. Dan berhubung gue orang yang gemar ‘bercerita’, hampir setiap hal yang terjadi sama gue, apapun itu, pasti gue ceritain lagi di rumah, biasanya sih ke mamah ya. Ditambah lagi, gue dan orang tua gue itu cukup petakilan ya, suka becanda suka ngebanyol gitu, suasana ‘ngelawak’ itu juga ngena banget buat gue. Dan banyaaaaaaaaaak banget hal-hal lain, dari yang kecil sampe yang besar yang bikin keluarga kita amat dekat. Kesimpulan : i have a very very close family, and i really really love them, i'm sure !

Sekarang, gue ngekost. Sendiri. Tanpa keluarga. Di kota orang pula. Awalnya, gue gak kepikiran kalo kuliah di luar kota itu bakal bikin gue homesick. Gue tau sih dari curhatan kakak-kakak kelas gue dulu di SMA, mereka kan ngekost lebih dulu dari gue, mereka juga homesick, ada yang pernah cerita ke gue tentang ke-homesick-an nya itu. Tapi ya itu tadi, gue gak nyangka, kalo si homesick ini juga bakal menghampiri gue. Waktu gue mutusin buat kuliah di luar kota, gue still pede aja gitu tanpa kepikiran bakal ngerasa homesick nantinya. Malahan gue sempet pengen ambil kuliah di luar negeri, waktu itu gue pengen ke Perancis. Untung aja rencana ke luar negeri itu cuma sampe otak gue dan tidak terealisasi. Untung ya. Hmm, kedekatan gue bersama keluarga lah yang bikin gue sering ngerasa homesick. Gue kangen. Gue keilangan. Kangen saat-saat bercanda sama mereka. Gue keilangan momen sama-sama mereka. Bener deh L

Kalo gue lagi homesick, gue cuma bisa nangis. Entah sendirian atau ditemenin orang (namanya homesick berjamaah tuh). Entah di kamar kost ataupun di kampus. Entah nangis bombay atau nangis bawang merah. Entah nangis guling-guling atau nangis rangkak-rangkak. Hmm iya deh, dua statement barusan itu palsu guys. Tapi yang jelas, kalo gue homesick, gue cuma bisa nangis, dan gue gak bisa tahan tangis itu. Banyak temen gue kasih saran, “Ditelepon aja atuh Ta mamahnya, bilang kangen, pasti plong”, tapi gue gak mau. Gue gak mau mereka tau gue homesick. Gue gak mau mereka jadinya khawatir. Gue gak mau mereka malah kepikiran gue disini. Gue gak mau. Biar aja gue homesick. Biar aja gue kangen rumah. Biar aja gue nangis. Asal orang tua gue gak makin cemas sama keadaan gue nun jauh di mato ini. Huft L

Iya sih, ini cuma sementara. Iya sih, kita cuma beda kota. Iya sih, jarak kita cuma 4 jam-an. Iya sih, masih ada telepon sms atau bahkan skype. Iya sih, gue nyimpen foto mereka di laptop, dompet dan di kamar kost pastinya. Iya sih, mungkin ini karena masih awal-awal doang. Iya sih, alam bisa karena terbiasa. Iya sih. Iya sih. Iya sih. Tapi semua ‘iya sih’ itu belum cukup bikin gue tenang dari homesick. Mata betem. Hidung memerah. Semuanya jadi saksi betapa gue kangen banget sama keluarga gue. Kangen. Banget. Titik.

Sebentar ya, gue tarik napas dulu. Haaaaaaaaaaaaaaaaaft huuuuuuuuuuuuuuuuft -.-

Tapi. Gue gak boleh gini terus. Gue harus kuat. Gue gak boleh cengeng. Gue gak boleh rapuh. Gue gak boleh kalah sama keadaan. Gue harus bangkit. Gue harus tegar. Karena gue sayang sama keluarga gue. Mereka ngelepasin gue di kota orang, bukan untuk homesick, tapi untuk berjuang meraih cita-cita gue. Mereka berkorban demi anaknya ini, bukan untuk lihat gue yang cengeng dan tak berdaya, tapi untuk melihat gue sukses meraih mimpi-mimpi gue. Mereka berharap banyak sama gue, bukan untuk menghabiskan literan air mata, tapi untuk mengumpulkan milyaran mimpi yang gue wujudkan. Lihat kan betapa baiknya mereka sama gue ? Gue sayang mereka. Gue gak boleh sedih, karena mereka pasti ikut sedih. Iya kan ?

Nih gue kasih beberapa komen dari orang yang gue curhatin saat gue homesick :

Dari kakak kelas gue waktu SMA yang punya pengalaman tentang homesick juga : “Pasti lagi nangis sendirian di kamar ya dek ? Ambil wudhu, baca Quran gih, insya Allah tenang jadinya” (it works guys ! subhanallah J)

Teman lama, lamaaaaa banget : “Udah Ta, gak usah diinget-inget terus, pikirin aja hal lain, yakin aja Ta, rencana Allah itu pasti indah pada waktunya” (astagfirullah, homesick membuat gue lupa bahwa Allah itu udah baik banget sama gue ckck)

Seseorang : “Positif thinking aja coba, kalo pikiran kamunya positif pasti gak bakal sedih kaya gitu, jangan mikir yang engga-engga ya” (kata-kata dia emang standar, tapi cara dia ngehibur gue yang bikin homesick gue hilang, salut ! J)

My best best best friend, sahabat gue dari SMP : “Inget aja tujuan awal kamu ke sana itu untuk apa say, buat bahagian mampap kan, bukan buat homesick gini kan, kasian atuh sama mampap kalo kamunya gini terus, buktiin dong sama mampap kalo kamu bisa bahagiain mereka, semuanya emang butuh perjuangan, jalan kamu juga masih panjang, kalo awalnya aja kamu kaya gini terus gimana ke depannya, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian, semangat !” (sebenernya banyak banget kata-kata dia yang bikin gue terharu setiap gue baca, dia ini orang yang paliiiiiiiiiiiiiiiiing ngerti cara nenangin gue, thank you best :*)

Dan banyak lagi dukungan dari orang-orang di sekeliling gue yang gak mungkin gue tulis satu-satu disini. But for that, thank you soo much guys ! Love !

Perlahan tapi pasti, akhirnya gue bisa. Gue jadi kuat dan gak cengeng lagi. Gue tegar dan gak rapuh lagi. Gue bertahan untuk berjuang meraih mimpi. Gue bersungguh-sungguh demi masa depan gue. Gue sadar, ini pilihan yang gue ambil, dan apapun resikonya harus gue jalanin dengan ikhlas. Allah udah baik banget sama gue. Baik banget nget nget nget. Dan gue gak mau bikin Dia kecewa atas sikap gue disini. Pengorbanan orang tua gue, mulai dari materi, sampe moril buat ngelepas anak gadisnya ini di luar kota, yang membuat gue sadar, gue memang harus berjuang demi mereka. Niat gue kesini adalah untuk belajar, menjadi orang sukses, berguna bagi orang lain, dan jadi anak yang bisa bahagiain orang tua. Niat itu gak boleh goyah. Apalagi hanya karena ego gue yang meledak-ledak. Gue rasa gue udah cukup dewasa buat hidup mandiri. Dan gak ada lagi tuh waktu buat bersedih untuk hal-hal yang kurang penting. Gue emang cuma manusia biasa yang kadang kalah dengan ego nya sendiri. Tapi bukan berarti gue harus mengalah juga kan ? Gue masih punya logika yang bisa bantu gue ngalahin ego gue itu. Intinya, gue bakal berjuang. Berlari meraih mimpi. Mengejar cita-cita demi orang-orang yang gue sayang. Bersungguh-sungguh. Kuat. Tegar. Dan tidak mudah rapuh. Itu doa gue. Aamiin.

Buat kalian yang masih suka homesick, lo harus bangkit, lo harus buktiin kalo lo bisa ! Inget pengorbanan orang tua dan orang di sekitar lo, tanpa mereka lo gak akan sampe di titik ini. Jangan buat mereka kecewa !

Dan buat kalian yang belum pernah ngalamin homesick, gak usah takut guys ! Kejar cita-cita lo sampe ke negeri Cina tanpa takut apapun ! Lihat tuh, masa depan cemerlang menanti di depan sana, berharap lo segera berlari meraihnya, semangat ! J



Akhirnya, gue sadar satu hal, terkadang untuk meraih suatu kebahagian kita memang harus kehilangan kebahagian yang lainnya. Dan mungkin kali ini gue harus ikhlas kehilangan kebersamaan gue bersama keluarga untuk sementara waktu. Demi kebahagian di masa depan untuk selamanya. Demi keluarga gue. Semangat Reta ! J

Tuesday, September 13, 2011

De-Wa-Sa

Ini postingan bukan tentang hal-hal negatif dunia 'De-Wa-Sa'. Ini tentang pandangan gue dengan apa itu De-Wa-Sa.

Gue, sekarang udah gede, udah dewasa maksudnya (tapi guys, kata ‘dewasa’ selalu bikin gue takut entah mengapa). Di dunia ‘dewasa’ ini jujur aja gue masih tabu sama semuanya. Masih gamang. Masih belum paham aturan mainnya. Masih perlu belajar. Hm, ya belajar. 

Orang bilang menjadi dewasa itu gak mudah. Orang bilang dewasa itu menyakitkan. Orang bilang dewasa itu penuh tanggung jawab. Entah orang-orang itu benar atau hanya ingin membuat gue kalah sebelum bertanding. Yang jelas apa yang orang bilang itu sekarang gue rasain langsung. Iya. Sekarang.

Dewasa membuat gue jauh dari orang tua, itu hal yang kadang memicu kebencian gue sama dunia dewasa ini. Dewasa membuat gue harus bisa memutuskan segalanya sendiri. Dewasa gak pernah bisa kompromi. Dewasa itu pilihan yang sulit. Dewasa itu berlari. Berlari lebih cepat dari bayangan kita. Berlari tanpa pernah berhenti. Berlari kencang atau kamu akan kalah.

Tapi, gue gak mungkin membiarkan diri gue berlama-lama dalam ketakutan dan ketabuan itu, iya kan ? Gue mesti terus berlari, walau gue tau ombak akan terus mengejar. Gue harus terus melangkah, walau gue tau rintangan-rintangan akan menanti. Gue harus tegar dan gak boleh goyah, walau gue tau angin takkan pernah berhenti.

Kini, gue gak takut lagi. Bener deh, gue gak takut lagi. Karena gue punya Allah swt. Karena gue punya keluarga yang begitu gue sayang. Dan gue punya kalian guys.

Akhirnya gue tau satu hal, menjadi dewasa memang tidaklah mudah tapi hal itu gak akan menghentikan gue buat terus berlari mengejar mimpi gue, membahagiakan orang-orang yang gue sayang. Hmm.

Come Back !

Akhirnyaaaaaaaaaaaaaaaaa kembali menulis lagi lah gue hahaha. Setelah bekecimpung di dunia tulis menulis sejak SD, dan vakum selama beberapa tahun di SMA, baru detik inilah gue kembali ‘berani’ membuat suatu tulisan yang panjang (biasanya selama ini gue cuma nulis2 puisi pendek doang). Hm, actually, i just wanna share about my life my world and absolutely my stories, may it can give you 'something' hehehe. Okey,  let me surf my keyboard ! Enjoy it ! J