Showing posts with label Randomsss. Show all posts
Showing posts with label Randomsss. Show all posts

Sunday, September 7, 2014

RINDU!

Baca judulnya pasti ngira gue bakal galau-galauan karena kangen seseorang yang belum tentu kangen gue (lah ini malah curhat). Wkwkwk. Engga, bro. Tenang. Ini bukan tentang kerinduan menyedihkan seperti itu. Ini kerinduan menyedihkan lainnya..

Rindu pada sesuatu yang dulu menjadi bagian besar dalam hidup lu. Rindu pada hal yang sudah menjadi separuh dari hidup lu. Rindu pada sesuatu yang sudah mendarahdaging. Rindu pada hal-hal yang disebut rutinitas, juga mungkin passion. Rindu yang menyedihkan, karena saat ini lu gak tau, masih punya kesempatan buat ngebayar semua rindu itu atau engga.

Tengah malem gini, setelah memaksakan diri fokus pada si cantik skripsi sahabat baik baru gue, seharian ini, gue malah gak bisa tidur. Buka timeline. Baca tweet bang Bara, dia baru ikut ngisi festival sastra gitu di Jogja. Dia baca puisi. Ada twitpicnya, pas gue buka........deng! Gue malah galau karena kangen saat-saat gue masih 'bisa' baca puisi kaya dia. Siyal :"))

Kangen banget, bro. Sungguh.

Bisa disini gue kasih tanda kutip. Dia punya dua makna.

Satu, gue gak tau masih punya tempat atau engga untuk nyalurin hasrat gue dalam menjadi seorang penyair (pembaca puisi). Dulu, masa SMP sampai SMA, mungkin hampir tiap ada lomba baca puisi, gue diminta untuk ngewakilin sekolah. Mulai dari puisi bahasa Indonesia, puisi bahasa Inggris, sampe puisi bahasa Sunda. Belum lagi, kegiatan teater gue. Pentas kecil seperti di depan anggota teater atau depan temen-temen di kelas untuk tugas kesenian & bahasa Indonesia, pentas sedang seperti di perpisahan sekolah atau pensi sekolah, sampe pentas besar seperti panggung di alun-alun kota, panggung pinggir jalan tengah kota untuk acara-acara yang diadakan pemerintah Cirebon. Mungkin kedengerannya lebay, tapi emang bener, dari macem-macem pentas yang gue sebutin tadi, gue pernah berpartisipasi di dalamnya seengganya dalam sekali kesempatan. Frekuensi seringnya gue megang naskah puisi untuk dibacakan di berbagai kesempatan itu yang mungkin bikin gue sekarang 'kehilangan' banget. Sekarang, gue ada di dunia teknik. Dunia yang gak ada sangkut pautnya sama puisi atau syair. Gak ada naskah. Gak ada panggung. Gak ada penonton. Bahkan mungkin, gak ada sama sekali sarana di sekitar gue yang bisa mendukung. Karena emang gak ada hubungannya sama sekali. Masa iya gue baca puisi depan dosen pembimbing? Atau depan mesin sondir di lab? Atau di tengah galian tanah di proyek, di bawah tc yang mondar mandir gitu? Gak bisa, bro, gak mungkin. Makanya sedih :")

Makna kedua. Gue gak tau gue masih bisa baca puisi sebisa gue dulu atau engga. Gue inget, waktu SMP, kalo gak salah itu kali pertama gue baca puisi (yang bener-bener baca puisi) di depan orang banyak. Waktu itu, tugas untuk pelajaran seni musik. Kita diminta untuk maju ke depan kelas untuk musikalisasi puisi. Kita ditugaskan per kelompok. Lucky me, gue sekelompok sama temen gue yang jago main musik dan bikin lagu sendiri. Waktu itu kita pilih salah satu lagu ciptaan dia. Tentang ibu. Yang kebagian baca puisi ada 3 orang, salah satunya gue. Setelah latihan dan pembagian tugas, gue kebagian baca puisi di bait-bait akhir. Katanya sih, klimaks nya. Pas tampil, semua berjalan lancar. Sampe tiba bagian gue yang baca. Gue dengan kepercayaan diri yang gue push banget karena itu pengalaman pertama, mencoba tampil all out, dengan semua teknik baca puisi yang gue tau. Satu orang di deretan tengah kelas, menangis. Ia memang anak piatu, kayanya wajar kalo dia nangis karena tema puisi itu sendiri. Gak lama, beberapa temen-temen terdengar terisak. Setelah selesai, tanpa gue duga, kelas riuh bertepuk tangan untuk kami.  'Keren, Ta, keren' gue cuma inget kalimat itu seselesainya kami tampil. Alhamdulillah, bisa semenghayati itu dalam baca puisi sampe bikin yang nonton terbawa suasana, itu prestasi buat gue. Prestasi yang entah masih bisa gue ulang atau engga. Tanpa latihan, sudah 3 tahun lebih ini, mungkinkah kemampuan gue masih sama? Sedih. Gue kangen bisa baca puisi :")))

Kalo gak salah, di salah satu postingan gue di blog ini dulu, gue udah pernah bilang tentang keinginan gue gabung di kelompok teater atau ambil kuliah seni di IKJ, kan? Keinginan itu masih ada. Banget. Kaya utang, yang harus gue lunasi suatu saat nanti.

Sekarang, gue kehilangan panggung. Tapi gue masih punya kertas dan pena. Sampai gue bisa menemukan panggung gue lagi, gue akan terus belajar dengan mengisi kertas-kertas ini menjadi bait dan bait. Walau yang namanya baca puisi, gak akan pernah sama dengan rasa menulisnya saja. Mau bilang apa, cuma itu yang bisa gue lakuin sekarang untuk minat gue yang besar ini, kan? :"))

Gue nulis semua ini disini, bukan untuk pamer atau nyombong. Gue hanya ingin menuangkan rasa, seperti biasa. Kasian followers gue kalo gue bikin dalam bentuk tweet. Wkwkwk.

Akhir kata, sebelum gue tidur, gue pengen berdoa. Semoga ada seseorang baik hati, yang bisa mengembalikan gue ke panggung gue. Semoga gue bisa membayar lunas rindu gue pada hal ini suatu hari nanti. Mau banget, Ya Allah, mau banget :(((

Gut nite!

Tuesday, August 26, 2014

Jadi Diri Sendiri Atau Memperbaiki Diri?

"Re, kalau menurut cowok, mendingan cewek yang kalem diem gitu apa yang rame pecicilan gitu sih?
"Relatif sih, Ta. Yang penting nyaman..."


Percakapan  itu antara gue dan Regi, si gendut dari gua hantu itu (halah). Waktu itu kita lagi di atas motor, dalam perjalan kemana gitu deh. Dasar gue, random, maen nanya gitu aja dari balik punggung dia hehehe.

Gue termasuk tipe orang yang suka mendengarkan masukan orang. Bahkan untuk beberapa situasi gue suka gak pede kalo gak dengar pendapat orang terlebih dulu sebelum akhirnya memutuskan, seperti milih filter di editor foto wkwkwk. Tapi bener, menurut gue, pendapat orang itu penting. Nyokap sering bilang "Kan yang ngeliat orang lain, kak". Percakapan di atas juga bagian dari gue mencari pendapat orang lain.

Saat itu, ada yang ganggu pikiran gue, setelah skripsi yang memang sudah mengakar di otak gue sekian lama ini he-he-he.
Sebagai cewek yang cukup pecicilan, rame, berisik, cerewet, bawel, gak mau diem, suaranya ngalahin toa mesjid, dan cara jalannya yang aneh, gue sering kepikiran, gimana sih penilaian orang lain terhadap diri gue? Gimana pandangan orang tentang gue? Apa gue cukup......menganggu? Hehehe.
Gue gak pernah bisa cuek tentang hal itu. Sekalipun gue sering bilang 'bodo amat orang mau bilang apa' tetep aja hati sama otak gue gak bisa tenang kalo mikirin ini. Gak bisa cuek.

Apa sih yang cowok pikirin kalo ngeliat cewek yang gak bisa diem kaya gue gini? Ilfil ya? Emang bagusnya cewek yang kaya gimana? Yang kalem, diem, manut-manut aja gitu ya? Yakin? Terus, nasib kaum yang seperti gue apa kabarnya? Gak ada yang suka dong? Harus berubah dong? Gak jadi diri sendiri dong?

Nah.

Sebagai cewek biasa, gue suka takut, dengan semua keburukan yang gue punya, bikin orang-orang di sekitar gue ilfil sama gue. Terutama orang yang gue suka...

Nah, ketauan kan nih kenapa gue bikin tulisan ini..... hehehe

Jadi diri sendiri itu penting. Siapa sih yang suka jadi orang lain? Pura-pura. Tersiksa. Gimana bisa bahagia? Karena ketika lu jadi diri lu sendiri, itulah bagian paling jujur dari diri lu.
Tapi, kita tetep gak boleh egois.
Berubah menjadi sesuatu yang lebih baik itu perlu, kan? Gue termasuk yang setuju dengan perubahan seperti itu. Memperbaiki diri itu berbeda dengan menghilangkan jati diri. Memperbaiki diri gak perlu jadi diri orang lain. Lu hanya perlu bercermin, sedikit memoles lagi hiasan yang sudah mulai hilang, menghapus riasan yang diangap tak perlu ada di diri lu, menambahkan tambahan-tambahan yang mengindahkan. Seperti itu perubahan yang baik.

Jadi diri sendiri atau memperbaiki diri?

Tetap jadi diri sendiri, sambil terus memperbaiki diri.

Dan gue rasa Regi bener. Gue gak perlu takut orang yang gue suka jadi ilfil sama gue karena segala yang ada di diri gue.

Karena, cinta itu pada akhirnya soal kenyamanan. Akan ada orang yang tulus menerima lu sebagai diri lu sendiri apa adanya, sambil terus siap membantu untuk terus memperbaiki diri, dan sampai pada titik nyaman, buta pada segala kekurangan juga tidak silau pada hal-hal indah semata.

Apalagi Islam udah mengajarkan, jodoh itu cerminan diri, pantaskan diri untuk mendapatkan pasangan yang pantas. Coba buka Ar-Rahman ayat 26 :D



Menulis di H-2 sidang proposal skripsi.
Di tengah kemumetan cari referensi, revisi proposal, edit ppt proposal.
Udah gue bilang kan? Menulis itu mengobati, bro! :3

Wednesday, July 9, 2014

Untitled

Apa yang lebih indah bagi setiap perempuan daripada diperlakukan seperti seorang putri?

Disanjung. Dituruti semua inginnya. Dilimpahkan berjuta kasih dan sayang. Dipenuhi semua harapannya. Diberi apa-apa yang bahkan tidak sempat terpikirkan olehnya. Tidak pernah kesepian, karena ada yang selalu setia menemani. Tidak pernah merasa sendiri, karena ada yang tidak akan meninggalkan. Tidak pernah kekurangan kasih sayang, karena ada yang akan selalu mencintai. Tidak pernah merasa kurang perhatian, karena ada yang akan selalu siap perduli. Semua akan lebih dari cukup, untuk seorang putri. Kurang apa lagi?

He treats me like i'm princess. No. Rasanya ini gak lebay. Apapun yang lu minta, dia pasti mau nurutin, atau seengganya bakal jadi pertimbangan dan gak langsung dimentahkan. Kemanapun tempat yang lu tuju, dia pasti mau mengikuti, atau minimal akan dia tolak dengan halus dengan alasan yang memang tepat. Apa aja yang lu katakan, dia akan mengamini, perselisihan gak akan jadi rutinitas antara kalian. Dia akan dengan senang hati mengalah. Asal lu bahagia. Asal lu tetap bersamanya. Correct me if i'm wrong about that, hehe.

Sunday, June 22, 2014

I'm Thinking

Hallo.
Postingan kali ini tidak ditujukan untuk siapa-siapa kok. Tenang, hehe. Lagi pengen ngebahas sedikit yang ada di benak gue. Cailah. Hehehe.

Jadi..
Apa ada yang salah dari perempuan yang menyukai seorang laki-laki lebih dulu?

Bagi gue, semua sah-sah aja rasanya. Cinta itu kan gak bisa milih. Kapan dia dateng. Kepada siapa dia bertekuk lutut. Sedalam apa rasa itu ada. Gak ada yang bisa nentuin. Cinta juga gak pernah salah. Katanya, hehe. Ketika ia datang, itu pasti yang paling baik dari yang terbaik. Setidaknya, selama rasa itu ada. Jadi ya, mau cewek atau cowok nya duluan yang suka ya gak jadi masalah. Namanya juga cinta, ya kan?

Monday, June 16, 2014

Random, cuk.

Halo. Maaf jarang nongol. Lagi cinta-cintanya menuhin halaman sebelah hehe. Mampir yak penarijemari.blogspot.com :D

Malem ini mau buka lapak curhat. Hehe, engga deng, entar pada bosen bacanya saking panjang lebarnya gue cerewet cerita.

Jadi...
Tadi siang abis denger cerita. Yang bikin agak speechless. Bukan karena cerita yang gak ngenakin. Gak tau sih, bingung juga apa yang gue rasain pas dengernya. Haha. Cuma bisa ber-'oh ya ampun', 'jadi selama ini', 'ih, gue speechless', terus diem, mikir, bingung.
Sampe udah di depan laptop gini aja gue masih bingung, gimana ceritain lagi disini. Bingung milih kata-katanya. Bingung ngegambarinnya. Speechless...

Tuesday, May 27, 2014

Terima Kasih


Rasanya belum genap jemari ini menghitung hari-hari kau menemaniku.
Rasanya baru semalam kita larut hingga tengah malam menertawakan hal-hal sederhana.
Rasanya baru pagi ini aku membuka mata dan menemukan namamu dalam ingatanku.
Rasanya baru saja aku sadari ternyata kau berhasil membuatku jatuh cinta lagi, hal yang sulit terjadi sekian lama ini, dengan caramu menyajikan tawa dan senyum itu di malam dan pagi ku.
Dan kita harus mengakhirinya. Saat ini juga?

Friday, April 25, 2014

Never Be Same Again

Tentang mereka yang pernah, atau mungkin masih ada dalam hati ini..

Cukup lama gue berjalan seorang diri. Tanpa pendamping. Bukan hal yang menyedihkan. Karena dengan kesendirian ini, ternyata gue dikenalkan pada cukup banyak orang. Mengenal mereka membantu gue membangun prinsip dalam menentukan pilihan. Mengenal mereka juga membuat gue mempunyai banyak orang yang menyayangi, sekalipun tidak sebagai pacar. Beruntung. Lagi-lagi, gue merasa beruntung. Alhamdulillah..

Tuesday, March 11, 2014

Empty.

When there's no one beside you.
When there's no one in your thought.
When there's no one that you waiting for.
When there's no one that you missing all day long..


Hehe. Jangan sedih gitu ah bacanya, gue aja biasa aja. Tapi, tulisan di atas itu bener. Gue lagi gak mikirin siapa-siapa. Lagi gak ada siapa-siapa di sisi gue. Lagi gak ada siapa-siapa yang gue tunggu ataupun kangenin. Gak ada siapa-siapa yang ngisi hari-hari gue akhir-akhir ini. Kosong aja. Gak enak. Bener deh. Ternyata menyimpan satu nama di hati lu itu penting!

Sunday, December 23, 2012

Randomsss

Masih pengen ngepost hari ini, boleh kan ? :p

Hmm gue gak ngerti lagi kenapa. Barusan gue sengaja buka facebook. Biasanya, kalo gue online di pc pun, gue jarang buka facebook, paling banter twitter, blogger, youtube-ing, atau googling gambar-gambar lucu gitu. Tapi. Tadi. Gue sengaja buka facebook. Sengaja. Sesaat setelah gue lihat seseorang yang muncul di TL twitter. Gue pikir dia pasti bakal online facebook juga lah ya. Gak tau, gue pengen chatting aja, sama dia.