Friday, April 25, 2014

Never Be Same Again

Tentang mereka yang pernah, atau mungkin masih ada dalam hati ini..

Cukup lama gue berjalan seorang diri. Tanpa pendamping. Bukan hal yang menyedihkan. Karena dengan kesendirian ini, ternyata gue dikenalkan pada cukup banyak orang. Mengenal mereka membantu gue membangun prinsip dalam menentukan pilihan. Mengenal mereka juga membuat gue mempunyai banyak orang yang menyayangi, sekalipun tidak sebagai pacar. Beruntung. Lagi-lagi, gue merasa beruntung. Alhamdulillah..

Sunday, March 23, 2014

Untitled

Sudah lama aku tak menyapa mentari
Untuk bertanya apa kabar ia disana
Sudah lama aku tak menyentuh pelangi
Untuk memastikan apakah kau tetap menungguku

Aku masih disini
Di antara puing dan beling
Di antara hujan dan petir
Di antara serpihan yang pernah kau tinggalkan

Sudah lama tak bertemu mentari dan pelangi
Bukan berarti tak indah hari yang kulalui
Bukan berarti tak berwarna hati yang kumiliki
Kau tau itu kan ?

Aku masih disini
Di antara pagi dan embun
Di antara senja dan jingga
Di antara malam dan deru dinding

Aku disini
Menanti datangnya mentari
Menanti tibanya pelangi
Seperti yang pernah terjadi

Aku disini
Bahagia
Walau belum tiba saatnya datang
Walau belum sampai pada masaku lagi

Aku bahagia
Walau ia belum datang, bersama mentari dan pelanginya..

Saturday, March 22, 2014

Bapak♥

Malem.
Malem minggu malem yang indah. Ciye. Haha.
Tenang tenang, gue lagi gak mau ngepost tentang cinta-cintaan kok malem ini. Bosen kan, postingan akhir-akhir ini melulu tentang cinta.
Malem ini, gue lagi inget Bapak.
Kangen.

Sebenernya, kalo dibandingin sama mamah atau Dikta, gue lebih deket ke mereka berdua daripada sama bapak. Kalo lagi sendirian di kosan juga yang sering gue inget mamah atau Dikta. Inget sih sama bapak. Tapi ya biasanya kangennya ke mamah sama Dikta gitu hehehe. Mungkin karena hari-hari gue kalo di rumah lebih sering ketemu mamah sama Dikta kali ya, bapak kan kerja, pulangnya sore. Tapi itu gak mengurangi sayang gue ke bapak kok. Gue sayang banget. Sama Bapak. Sama Mamah. Sama Dikta.

Tuesday, March 18, 2014

Bertahan? Think smart!

Menemukan pilihan, itu kuasa takdir. Menentukan pilihan, serahkan pada hatimu. Mempertahankan pilihan, jangan bodoh, seluruh organ tubuhmu harus bekerja!

Jangan buta, bertahan pada yang salah. Jangan pura-pura tidak tau, bertahan pada yang tidak pantas dipertahankan. Jangan gila, bertahan pada yang tidak mempertahankanmu.

Tak ada yang salah pada 'bertahan'. Mempertahankan pilihan demi konsistensi itu penting dalam hidup. Tapi, bertahan tidak sesuai logika bukanlah hal bijak.

Lalu, pada hal apa sesuatu tak berlogika itu bisa terjadi ?
Cinta.
Iya. Satu-satunya. Hanya cinta. Yang mampu terjadi tanpa negosiasi dengan logikamu.