Hai dunia ! :)
Apa kabar ? Indahkah harimu kini ? Kuharap begitu :)
Rasanya lama jari-jari ini tak menari diatas tuts-tuts keyboard atau mungkin sekedar menari dengan pulpen di atas secarik kertas hanya untuk mengukir kisahku. Entahlah, aku mungkin hanya sedikit disibukkan oleh hal lain di luar dunia yang maya ini.
Hmm, jangan kau tanya kabarku hari ini. Karena aku hanya akan tersenyum :')
Aku baik-baik saja tentunya :')
Hanya, sedikit banyak memikirkannya, dan merindukannya. Hahaha janganlah kau tanya siapa 'nya' itu. Aku tak akan mungkin menjawabnya :'D
Sebenarnya aku tak tau pasti apa yang sedang aku pikirkan tentangnya. Hanya saja, pikiran tentang aku yang 'semu-bagi-nya' ini sedikit banyak menggangguku. Aku takut :')
Tak ada yang bisa memastikannya. Memastikan bahwa dia juga merasakan apa yang aku rasakan. Memastikan bahwa rinduku tidaklah sebelah tangan. Memastikan bahwa nantinya aku akan menjadi bagian darinya, sebagaimana dia yang kini tanpa kusadar telah menjadi bagian dariku :')
Saturday, September 29, 2012
Monday, March 26, 2012
Fatamorganaku
Kau bagai fatamorgana bagiku
Indah untuk dilihat namun sukar untuk kugenggam
Menyayangimu,
sama seperti pungguk merindukan bulan
Menyukaimu,
bagaikan meminta hujan di teriknya siang
Memandangmu,
seolah menemukan danau di padang pasir
Memikirkanmu,
adalah permintaan egoku
Indah untuk dilihat namun sukar untuk kugenggam
Menyayangimu,
sama seperti pungguk merindukan bulan
Menyukaimu,
bagaikan meminta hujan di teriknya siang
Memandangmu,
seolah menemukan danau di padang pasir
Memikirkanmu,
adalah permintaan egoku
Cara Kerja Cinta Buta
Perasaan itu datang dari retina mataku
Dan membutakanku akan hitammu
Lalu turun merayapi kerongkongan
Dan menyumbat semua saluran duniaku
Terus merangsang kedua gendang telingaku
Dan menulikanku akan semua belangmu
Turun jauh ke dasar lubuk hati
Dan menebar rasa indah tak terbendung
Kembali menyerang otakku yang rumit
Dan merusak sistem kerjanya yang konkrit
Dengan aman, rasa itu mampu mengharubirukan hati ini
Dan membutakanku akan hitammu
Lalu turun merayapi kerongkongan
Dan menyumbat semua saluran duniaku
Terus merangsang kedua gendang telingaku
Dan menulikanku akan semua belangmu
Turun jauh ke dasar lubuk hati
Dan menebar rasa indah tak terbendung
Kembali menyerang otakku yang rumit
Dan merusak sistem kerjanya yang konkrit
Dengan aman, rasa itu mampu mengharubirukan hati ini
Pertemuan yang Tidak Diinginkan
Pertemuan yang tidak diinginkan itu seperti luka disiram cuka
Jika kau tak lagi perduli
Untuk apa hadir kembali ?
Jika kau tak lagi mencinta
Untuk apa berpura-pura memuja ?
Pertemuan yang tidak diinginkan itu seperti harmoni usang penusuk telinga
Masih perlukah aku merindu ?
Masih pentingkah aku menunggu ?
Tidak,
Tidak untuk pujangga ingkar layaknya dirimu
Jika kau tak lagi perduli
Untuk apa hadir kembali ?
Jika kau tak lagi mencinta
Untuk apa berpura-pura memuja ?
Pertemuan yang tidak diinginkan itu seperti harmoni usang penusuk telinga
Masih perlukah aku merindu ?
Masih pentingkah aku menunggu ?
Tidak,
Tidak untuk pujangga ingkar layaknya dirimu
Subscribe to:
Posts (Atom)