Sunday, June 22, 2014

I'm Thinking

Hallo.
Postingan kali ini tidak ditujukan untuk siapa-siapa kok. Tenang, hehe. Lagi pengen ngebahas sedikit yang ada di benak gue. Cailah. Hehehe.

Jadi..
Apa ada yang salah dari perempuan yang menyukai seorang laki-laki lebih dulu?

Bagi gue, semua sah-sah aja rasanya. Cinta itu kan gak bisa milih. Kapan dia dateng. Kepada siapa dia bertekuk lutut. Sedalam apa rasa itu ada. Gak ada yang bisa nentuin. Cinta juga gak pernah salah. Katanya, hehe. Ketika ia datang, itu pasti yang paling baik dari yang terbaik. Setidaknya, selama rasa itu ada. Jadi ya, mau cewek atau cowok nya duluan yang suka ya gak jadi masalah. Namanya juga cinta, ya kan?

Tapi hal itu bisa jadi salah. Kalau perempuan yang menyukai lebih dulu ini tidak mengambil tindakan yang tepat. Menurut gue loh ya.
Sering banget gue liat berita, atau denger cerita. Cewek suka sama cowok, she's doing everything just for the man. Kadang, sampe ke hal-hal yang gak masuk akal. Gila. Nyeremin. Dan hal-hal begituan lainnya.
Kenapa gue bilang itu salah? Because we are women, aren't we?
Sekarang emang udah 2014. Udah jaman modern. Agak tabu kalo masih bawa-bawa gender. Tapi menurut gue, yang namanya kodrat tentang perempuan itu gak kenal jaman. Perempuan tetep perempuan. Ada hal yang gak bisa kita lakukan. Ada hal yang gak pantas kita perbuat. Untuk lawan jenis, terutama. Keterbatasan itu yang menurut gue harusnya jadi acuan seorang perempuan, sejauh mana ia boleh menaruh hati pada pria, yang (setidaknya) belum ia ketahui, apakah pria ini juga suka atau enggak.

Sometimes, we need to be difficult, for prove his love for us. Lagi-lagi, ini pendapat gue, hehe.
Biar gak diinjek-injek sama kaum pria, kalo kata nyokap gue. Mereka punya power yang kita, kaum perempuan, gak punya sampai kapanpun juga. Power mereka adalah kelemahan kita. Yap! Dan menyerahkan diri, sepenuhnya, pada pria yang belum jadi siapa-siapa lu itu sama aja membeberkan titik kelemahan lu yang paling lemah ke mereka. And when he knows that, he can do anything to you. Mau?

I'm not the type of woman who will do anything for someone I've flirted. I have my brain. I'm thinking.

Gue bukan tipe cewek yang gampang suka sama orang. Gue udah sebutkan ini di postingan sebelumnya, hehe. Gue juga belum pernah suka banget sama seorang laki-laki, yang sampe begimana banget gitu. Gue gak pernah dan mungkin gak akan mau, untuk 'nunggu' orang yang gue suka itu suka balik sama gue. Gue gak akan sanggup disuruh sabar cuma buat meluluhkan hati si pujaan hati. Gue gak akan melakukan hal-hal ajaib cuma buat narik perhatian atau simpati si laki-laki. Gue mungkin bakal membiarkan rasa itu ada di hati gue, begitu saja. Entah dia akan semakin tumbuh, atau akan menghilang jika memang sudah tidak diperlukan. Bertahan? Bertahanlah, jika memang pantas dipertahankan. Iya kan? Gue lebih baik membiarkan. Karena pada apa semuanya akan bermuara, gue tau itu yang paling baik. Karena ketika lu ikhlas melepaskan yang baik, saat itu juga Tuhan akan gantikan dengan yang lebih baik buat lu.
Mungkin itu terjadi, karena gue pemikir. Gue memikirkan banyak hal. Semua hal yang terjadi. Gak serta merta gue serahkan pada hati dan mengacuhkan otak. Bagi gue ya itu tadi. Cewek boleh kok suka duluan sama cowok. Tapi, sejauh apa yang dia lakukan untuk si cowok, itu harus dikontrol sama otak lu. Biar gak kebablasan. Hal ini juga membantu gue, sometimes, untuk tidak patah hati berkepanjangan hehe.

Itu juga yang terjadi saat ini...
Jadi, jangan minta orang kaya gue buat nyembah mohon-mohon lu buat suka sama gue. Juga jangan minta gue buat nunggu sekian lama cuma buat nungguin lu luluh atau sekedar iba ke gue. Apalagi jika tak teryakinkan. Hahaha. Gue sih terserah aja. It's your turn.. I'm just a woman.

Semoga tidak salah mengerti. Bye! :)

No comments:

Post a Comment